Dear My Love, mata yang bisa mengisahkan dunia seperti apa adanya.
Surat ini kutulis karena aku yakin benar bahwa kau adalah perempuan yang selama ini jadi penyebab gelisahnya diriku, seperti ada seribu tangan yang meremas hatiku dan membuat aku sulit untuk bernapas. Sayangku, kaulah perempuan yang pertama kali menampar hatiku dan aku tak tahu mengapa aku suka akan tamparanmu itu yang membuat tak lepas pandanganku akan dirimu. Kau adalah pandangan penuh misteri, aku ingin mengungkapnya dan mencintaimu selamanya tanpa ragu dan tanpa takut.
Aku suka gayamu, style rambutmu yang dipotong pendek sebahu dengan blue jeans dan t-shirt bergaris, perawakan yang indah menurutku, aku respek terhadapmu, aku menghormatimu dan tentu saja aku sangat sayang padamu. Sayangku, pantas saja aku jatuh cinta padamu karena gayamu sexy mirip bidadari. Jangan takut ini bukan ironi, bukan juga karena mataku yang salah lihat, tapi memang begitu adanya aku mengagumimu dengan sepenuh kapasitas hatiku.
Sayangku, ini seratus persen asli bukan gombal bahwa kau adalah perempuan yang aku cinta, aku sungguh-sungguh! Aku mencintaimu karena aku yakin kau bisa membuatku mengakhiri pencarianku akan cinta karena aku sudah lelah berkelana dan mengembara mencari cinta. Maka, jadilah ekstase cintaku dan biarkan aku mabuk dalam kasihmu. Jangan biarkan aku sempoyongan nggak karuan.
Sayangku, mudah-mudahan kamu percaya padaku, surat ini kutulis karena aku telah kena insomnia, itu juga karena kau yang selalu membuatku terombang ambing setiap malam dan yang membuat mataku selalu terbuka untuk melihatmu dalam ilusi. Tapi saat aku dapat tertidur, itu menjadi satu-satunya hal terbaik karena aku akan bermimpi dan kau akan berada di sana menjadi bidadari penguasa mimpiku. Sumpah deh! aku nggak suka yang namanya ngibul terlebih lagi main cabul karena aku yakin itu suatu perbuatan dosa yang nanti bisa dilaknat sama yang Maha Kuasa.
Rasanya sulit sekali menggambarkan perih hatiku apabila fajar telah datang dan membawa engkau pergi dari mimpiku sayangku. Karena begitu rapuhnya diriku ini serapuh kayu yang digerogoti rayap. Sayangku, aku mohon jangan kau anggap suratku ini seperti iklan sampo yang katanya bisa bikin rambut lurus seperti habis di-rebounding, bisa ngusir ketombe dan kutu serta bisa mengatasi segala permasalahan rambut. Suratku ini benar-benar untuk mengekspresikan perasaanku padamu, aku berkata jujur, kalau tidak percaya kau boleh cek dan lakukan observasi padaku.
Kasih, aku ketagihan, nyandu senyummu setiap kali kau melintas di hadapku. Tolong aku dong..sayangku, rinduku kini sudah masuk fase berbahaya: stadium rindu-berat sudah kelewat kronis. Karena kelebihan dosis nenggak cinta karenamu. Asal kau tahu saja, ternyata sabetannya rindu itu benar-benar buat hati ini ngilu setengah mati, absurd seperti cerita yang carut marut. Kalau ada yang bilang surat ini hanyalah tipuan mulut manisku saja, jangan percaya mereka sayangku, mereka itu biangnya gosip, tukang ngerumpi, menghancurkan kebahagiaan orang lain memang sudah jadi hobi mereka, hati mereka diciptakan hanya untuk menyimpan iri. Jangan dengarkan mereka, dengarkan saja nyanyian cinta yang bisa bikin kamu romantis. Manis.
Sayangku, ini sangat hebat, kau adalah perempuan yang ingin kucintai karena matamu seperti lautan di kamar tidurku yang setiap malam ingin kurenangi, matamu selalu jadi peredam nafsu serigalaku yang suka main terkam sana terkam sini, ini bukanlah cerita bohong. Sayangku, aku punya satu pernyataan dan satu pertanyaan yang butuh perhatian dan jawabanmu. Tak perlu ada keraguan.
Pernyataan : telah kubangun istana dalam hatiku dengan sederhana hanya untukmu.
Pertanyaan : berkenankah dirimu tinggal dan menjadi ratu dengan kesederhanaan cintamu?
Sayangku, semoga kau memahami maksud suratku ini, ini bukanlah rayuan maut, mantra pemikat dari Garut atau sebuah pelarian yang kalut, tapi ini adalah ungkapan sukmaku yang tersihir senyum dan indah matamu, suwer! My love aku punya janji yang bisa kau jadikan pertimbangan (tapi please dong ah, jangan terlalu banyak ditimbang) untuk menjadikan aku sebagai kekasihmu, janjiku bukan sekedar janji, bukan seperti secangkir kopi yang ditinggal semalaman kemudian saat pagi sudah basi. Janjiku bahwa tak akan ada orang lain selain dirimu dalam artian “yuardiyonliwan”
Untuk mengakhiri surat ini, aku ingin minta maaf padamu karena telah lancang dan berani-beraninya ngirimi kamu surat yang mungkin menurutmu tidak sopan, kuno, ketinggalan zaman dan tidak lagi sesuai dengan zaman yang serba canggih serta penuh teknologi seperti ini, but so what gitu lohhhh….kasihanilah orang seperti diriku ini yang nggak bisa ngikutin tren orang-orang masa kini yang gayanya heboh penuh napsu membara, jangan biarkan aku jadi gokil, karena harus bagaimana lagi untuk mengekspresikan resah jiwaku ini yang menurutku tak bisa diwakili dengan tiga kata itu. Oh… my love maafkanlah diriku. Harapanku kau membalas cintaku dengan cintamu.
Terima kasih telah menyisakan waktumu untuk membaca surat ini. Semoga kau tidur nyenyak malam ini. Dan jangan lupa baca doa sebelum tidur. Jika kau sulit tidur, jangan minum obat tidur tanpa resep dokter, bayangkan saja diriku dan dirimu dalam selimut cinta bersama. Ehem.
Yang dengan kesungguhan mencintaimu,
AKU
Empat tanda Cinta Sejati
16 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar